Lewati ke konten
Jumat, 24 Juli 2026 | 01:02
Panduan

Kemnaker Ungkap Ciri Lowongan Kerja Palsu, Pelamar Diminta Waspada

adminpluang21 Juli 20263 menit baca
lowongan kerja palsu
Banner Iklan
728 x 90

Pluang.ID – PANDUAN.  Kementerian Ketenagakerjaan mengingatkan pencari kerja agar lebih cermat mengenali lowongan kerja palsu sebelum mengirim lamaran, uang, maupun data pribadi. Peringatan tersebut dimuat melalui Majalah SENTA Kemnaker pada Selasa, 21 Juli 2026, di tengah meningkatnya aktivitas pencarian kerja dan pembukaan berbagai program pemagangan.

Lowongan kerja palsu umumnya dirancang untuk memperoleh uang atau mencuri informasi pribadi pelamar. Pelaku memanfaatkan kebutuhan masyarakat terhadap pekerjaan dengan memasang tawaran yang terlihat meyakinkan, tetapi tidak memiliki proses rekrutmen yang dapat diverifikasi.

Momentum ini bertepatan dengan berlangsungnya pendaftaran Program Pemagangan Nasional Kementerian Ketenagakerjaan pada 15–28 Juli 2026. Program tersebut menawarkan pengalaman kerja di perusahaan mitra, uang saku, pendampingan mentor, jaminan sosial ketenagakerjaan, dan sertifikasi kompetensi sesuai ketentuan.

Meningkatnya perhatian terhadap program kerja dan pemagangan membuat kemampuan memeriksa keaslian informasi menjadi semakin penting bagi calon pelamar.

Lowongan Kerja Palsu Menawarkan Janji Berlebihan

Salah satu ciri lowongan kerja palsu adalah tawaran penghasilan yang terlalu tinggi dibandingkan tugas dan kualifikasi yang diminta. Pelamar juga perlu waspada apabila perusahaan menjanjikan pekerjaan ringan, jam kerja sangat singkat, tetapi menawarkan pendapatan yang tidak masuk akal.

Majalah SENTA Kemnaker menyebut tawaran kesuksesan dalam waktu singkat dan testimoni berlebihan sebagai tanda yang perlu dicermati. Penipu dapat menggunakan cerita keberhasilan yang dibuat-buat untuk mendorong korban segera mengikuti instruksi.

Tanda lainnya adalah proses perekrutan yang berlangsung terlalu cepat. Perusahaan yang sah umumnya melakukan pemeriksaan dokumen, wawancara, atau tahapan seleksi sebelum memberikan keputusan.

Sebaliknya, pelamar patut curiga apabila langsung dinyatakan diterima hanya melalui percakapan singkat di aplikasi pesan, tanpa wawancara dan tanpa penjelasan pekerjaan yang memadai.

Alamat surel juga dapat menjadi petunjuk awal. Komunikasi yang hanya menggunakan layanan surel gratis dan tidak sesuai dengan identitas perusahaan perlu diperiksa lebih lanjut. Namun, penggunaan surel gratis tidak otomatis membuktikan penipuan sehingga harus dilihat bersama tanda-tanda lainnya.

Waspadai Permintaan Uang dan Data Pribadi

Kemnaker menegaskan bahwa permintaan transfer uang merupakan salah satu tanda utama penipuan rekrutmen. Modusnya dapat berupa biaya administrasi, pelatihan, seragam, pemeriksaan kesehatan, tiket perjalanan, atau pemesanan penginapan.

Pelamar tidak seharusnya terburu-buru membayar hanya karena dijanjikan penggantian dana setelah mulai bekerja. Permintaan pembayaran ke rekening pribadi juga menjadi tanda bahaya yang harus diperiksa.

Informasi pribadi perlu dijaga selama proses melamar pekerjaan. Dokumen seperti kartu tanda penduduk dan ijazah memang lazim digunakan pada tahap tertentu, tetapi pelamar perlu memahami siapa yang menerima, untuk keperluan apa, dan bagaimana informasi tersebut disimpan.

Data yang lebih sensitif, seperti kode OTP, kata sandi, PIN, nomor kartu, dan kode keamanan rekening, tidak diperlukan dalam proses rekrutmen. Informasi tersebut tidak boleh diberikan kepada perekrut dengan alasan apa pun.

Kejelasan deskripsi pekerjaan juga penting. Informasi yang sah setidaknya menyebutkan posisi, tanggung jawab, kualifikasi, lokasi kerja, dan identitas perusahaan. Pelamar perlu berhati-hati apabila seluruh informasi dibuat samar, tetapi perekrut mendesak agar keputusan segera diambil.

Periksa Perusahaan sebelum Mengirim Lamaran

Langkah awal untuk memeriksa lowongan kerja adalah mengunjungi situs resmi perusahaan. Pelamar dapat membandingkan posisi yang ditawarkan dengan informasi pada halaman karier, akun media sosial terverifikasi, atau kanal rekrutmen resmi perusahaan.

Nama perusahaan, alamat kantor, bidang usaha, dan identitas perekrut juga perlu ditelusuri. Apabila perusahaan menggunakan nama merek terkenal, pelamar sebaiknya tidak hanya mempercayai logo atau dokumen yang dikirim melalui pesan.

Tautan pendaftaran perlu diperiksa sebelum dibuka. Perbedaan satu huruf pada alamat situs dapat mengarahkan pelamar ke halaman tiruan yang dibuat untuk mengambil data akun atau dokumen pribadi.

Pelamar juga perlu mewaspadai praktik bait-and-switch. Dalam modus ini, perusahaan memasang gaji atau fasilitas menarik pada pengumuman awal, tetapi mengubah penawaran setelah kandidat melewati sejumlah tahapan seleksi. BPVP Bandung Barat Kemnaker menyoroti praktik tersebut pada Juni 2026.

Apabila menemukan informasi mencurigakan, calon pelamar disarankan menunda pengiriman dokumen dan melakukan verifikasi melalui kanal resmi. Kemnaker menyediakan kanal pengaduan bagi masyarakat yang menemukan indikasi penipuan lowongan pekerjaan.

Kewaspadaan tidak berarti menghindari seluruh informasi rekrutmen di internet. Pemeriksaan sederhana terhadap perusahaan, alamat situs, proses seleksi, dan permintaan pembayaran dapat membantu pencari kerja membedakan kesempatan yang sah dari penipuan berkedok pekerjaan.

Banner Iklan
728 x 90

adminpluang

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaPress Pro.

Berita SebelumnyaAgenda GIIAS 2026 di ICE BSD: Digelar 30 Juli–9 Agustus, Lebih dari 65 Merek Hadir Berita SelanjutnyaPluang.ID, Agar Peluang Tidak Datang Terlambat
Banner Iklan
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *