Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kiat » Anyaman Bambu Tembus Pasar Nasional dan Global

Anyaman Bambu Tembus Pasar Nasional dan Global

  • account_circle Redaktur Redaktur
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pluang.idPeluang anyaman bambu kembali menemukan momentumnya. Di tengah tren produk ramah lingkungan dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, usaha perajin bambu di Desa Tegal Maja, Kabupaten Serang, Banten, tumbuh menjadi contoh konkret bagaimana tradisi bisa bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi modern.

Tema Bambu Collection, kelompok perajin yang dikelola Rini Purwati, lahir dari inisiatif Kepala Desa Tegal Maja, Muhamad Iksan. Ia mendorong keterampilan menganyam bambu yang sudah mengakar secara turun-temurun agar berkembang menjadi produk bernilai tambah dan relevan dengan selera pasar masa kini.

“Menganyam bambu di sini memang sudah jadi warisan. Dari dulu nenek moyang kami penganyam, bukan pelaut,” ujar Rini sambil berseloroh.

Dari Tradisi Desa ke Produk Bernilai Ekonomi

Tema Bambu Collection resmi terbentuk pada 2 Februari 2022, bertepatan dengan fase pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Sejak awal, kelompok ini membawa misi pemberdayaan masyarakat, terutama perempuan, yang kini mendominasi barisan perajin.

Jumlah perajin berkembang pesat. Dari awalnya hanya 10 orang, kini lebih dari 30 perajin terlibat aktif. Mereka memproduksi beragam produk anyaman bambu, mulai dari keranjang, wadah serbaguna, hingga produk dekoratif. Keranjang bingkisan atau hampers menjadi produk paling diminati, terutama menjelang hari besar keagamaan dan momen perayaan.

Harga produk pun variatif, mulai dari Rp5.000 hingga Rp500.000, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan. Selain produk reguler, Tema Bambu Collection juga melayani pesanan khusus sesuai kebutuhan konsumen.

“Kami terbuka untuk desain custom. Itu justru jadi keunggulan kami,” kata Rini.

Dukungan Bahan Baku dan Akses Pasar

Untuk menjaga keberlangsungan produksi, Tema Bambu Collection membutuhkan sekitar 150 batang bambu setiap bulan. Seluruh bahan baku diperoleh dari wilayah sekitar Kecamatan Kragilan. Upaya keberlanjutan diperkuat melalui kolaborasi dengan Asia Pulp & Paper Sinar Mas melalui PT Indah Kiat Pulp & Paper.

IKPP Serang Mill menanam 1.000 bibit bambu sebagai bagian dari dukungan bahan baku berkelanjutan. Perusahaan tersebut juga mendorong ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali tali bekas untuk kebutuhan perajin. Tak berhenti di situ, dukungan pasar turut diberikan dengan memfasilitasi keikutsertaan Tema Bambu Collection dalam berbagai pameran UMKM.

Menjajaki Pasar Ekspor

Tema Bambu Collection telah tampil di sejumlah pameran nasional seperti Inacraft, Trade Expo Indonesia, hingga Tjipta UMKM Fair. Produk mereka kini dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk Banten, Jakarta, dan Cikarang.
Lebih jauh, peluang anyaman bambu juga terbuka ke pasar internasional. Tema Bambu Collection mulai menjajaki ekspor dengan mengirimkan sampel produk ke Arab Saudi, Malaysia, dan Filipina melalui mitra pihak ketiga.

“Ada pelanggan kami yang memesan untuk dikirim ke negara-negara tersebut,” ujar Rini.

Kisah Tema Bambu Collection menunjukkan bahwa peluang anyaman bambu bukan sekadar romantisme tradisi. Dengan inovasi, kolaborasi, dan akses pasar yang tepat, kerajinan desa mampu bertransformasi menjadi produk berdaya saing nasional hingga global. (red)

  • Penulis: Redaktur Redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kiat Berbagi Margin agar Usaha UMKM Berkembang

    Kiat Berbagi Margin agar Usaha UMKM Berkembang

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Pluang.Id, KIAT – Mayoritas produsen UMKM memilih menjual produknya secara mandiri. Mereka membuka toko di marketplace, mengurus media sosial, memasang iklan, membalas chat pelanggan, hingga menangani pengiriman. Alasannya sederhana: ingin menjaga margin tetap penuh. Di tahap awal, strategi ini terasa masuk akal. Penjualan belum terlalu besar, promosi masih bisa dilakukan manual, dan biaya iklan belum […]

  • Data UMKM Indonesia Terbaru 2024–2025: Jumlah, Struktur, dan Sebaran Sektor Usaha Nasional

    Data UMKM Indonesia Terbaru 2024–2025: Jumlah, Struktur, dan Sebaran Sektor Usaha Nasional

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 2.173
    • 0Komentar

    Pluang.Id, KABAR – Data UMKM Indonesia menjadi fondasi penting dalam membaca arah perekonomian nasional. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama ini dikenal sebagai tulang punggung ekonomi karena kontribusinya yang dominan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta kemampuannya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia tercatat lebih dari 60 persen atau […]

  • KH Miftah Fauzi demo Toko Sen Sen

    KH Miftah Fauzi: “Kita Bukan Takut Kehabisan Rejeki oleh Sen Sen!”

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Pluang.Id, KABAR – Pernyataan tegas disampaikan KH Miftah Fauzi saat ratusan pedagang Pasar Cikurubuk menggelar aksi di depan Toko Sen Sen, Kota Tasikmalaya, Senin (9/3/2026). Ulama yang selama ini mendampingi pedagang pasar tersebut menegaskan bahwa perjuangan para pedagang bukan semata soal persaingan usaha, melainkan soal penegakan aturan dan keadilan ekonomi bagi pedagang kecil. Di hadapan sekitar 300 […]

  • UMKM Jangan Takut B2B, Ini Model Kerja Sama yang Bisa Dicoba

    UMKM Jangan Takut B2B, Ini Model Kerja Sama yang Bisa Dicoba

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Pluang.Id, KIAT – Selama ini, banyak pelaku UMKM menganggap model bisnis B2B (Business to Business) sebagai sesuatu yang “terlalu besar” atau hanya cocok untuk perusahaan skala korporasi. Padahal, justru di sektor inilah peluang usaha yang lebih stabil dan berjangka panjang tersedia. Berbeda dengan B2C (Business to Consumer) yang mengandalkan penjualan langsung ke konsumen, B2B fokus […]

  • UMKM Masuk Jaringan Ritel, Transaksi Memiliki Potensi Nilai Ekonomi Yang Signifikan per Tahun

    UMKM Masuk Jaringan Ritel, Transaksi Memiliki Potensi Nilai Ekonomi Yang Signifikan per Tahun

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Pluang.Id, BERITA NASIONAL – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa keterlibatan pengusaha UMKM dalam jaringan toko ritel modern dan tradisional terorganisasi mampu menciptakan nilai ekonomi yang signifikan. Potensi transaksi dari skema kemitraan ini diperkirakan mencapai Rp5,65 triliun per tahun, sekaligus membuka ruang luas bagi peningkatan skala usaha dan daya saing pelaku UMKM. […]

  • 7 Peluang Usaha Cerdas Raih Penghasilan dari Rumah

    7 Peluang Usaha Cerdas Raih Penghasilan dari Rumah

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Pluang.Id, Kiat – Mencari penghasilan dari rumah kini makin realistis berkat ekonomi digital. Ada tujuh peluang usaha yang patut dicoba: manajemen media sosial, katering makanan sehat, pembuatan konten digital, produk digital, fotografi produk, voice over/podcast editing, dan TikTok Shop affiliate. Modalnya relatif kecil, fleksibel, dan bisa dikerjakan dari rumah. Kuncinya ada pada konsistensi, pemilihan niche, […]

expand_less