Kabar

KH Miftah Fauzi Ingatkan Pemkot Tasikmalaya: Pasar Cikurubuk Menunggu

Pluang.Id, BERITA TASIKMALAYAKH Miftah Fauzi mengingatkan Pemerintah Kota Tasikmalaya agar tidak ragu menunjukkan keberanian sikap dalam menyelesaikan persoalan Pasar Cikurubuk. Menurutnya, ribuan pedagang pasar rakyat saat ini masih menunggu kehadiran negara dalam bentuk kebijakan yang nyata, bukan sekadar respons atau komunikasi yang bersifat normatif.

Ia menyampaikan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan wali kota dan wakil wali kota Tasikmalaya. Respons yang diterima dinilainya cukup baik. Namun, hingga kini, para pedagang belum melihat perubahan konkret yang dapat dirasakan di lapangan.

KH Miftah Fauzi menyebut, penantian tersebut tidak hanya datang dari dirinya sebagai tokoh masyarakat, tetapi dari ribuan pedagang Pasar Cikurubuk yang setiap hari bergulat dengan tekanan ekonomi. Keluhan yang paling sering ia terima adalah terkait persaingan usaha yang semakin tidak seimbang.

Salah satu sumber persoalan, kata dia, adalah praktik grosir dan distributor yang menjual barang secara eceran. Kondisi ini membuat pedagang kecil kehilangan keunggulan dan terdesak oleh kekuatan modal serta jaringan distribusi yang lebih besar.

Menurut KH Miftah Fauzi, situasi ini menunjukkan pentingnya keberpihakan politik kebijakan di tingkat daerah. Pemkot Tasikmalaya memiliki posisi strategis untuk menentukan arah penataan pasar, apakah berpihak pada pasar rakyat atau membiarkan distorsi pasar terus terjadi.

Ia menegaskan bahwa pasar tradisional bukan sekadar ruang ekonomi, tetapi juga ruang sosial yang menopang kehidupan masyarakat kecil. Ketika pasar melemah, yang terancam bukan hanya pendapatan pedagang, tetapi juga stabilitas sosial di lingkungan sekitar.

Dalam kerangka regulasi nasional, peran pemerintah daerah sangat jelas. Negara telah menyediakan instrumen hukum untuk melindungi pelaku usaha kecil dan menciptakan iklim usaha yang adil. Tinggal bagaimana keberanian pemerintah daerah dalam menggunakan kewenangan tersebut.

KH Miftah Fauzi menilai bahwa keterlambatan dalam mengambil sikap berisiko memperpanjang krisis pasar tradisional. Ia mengingatkan bahwa konflik sosial antar pedagang bisa muncul jika persoalan ini dibiarkan tanpa arah penyelesaian yang jelas.

Ia menegaskan akan terus berdiri bersama pedagang Pasar Cikurubuk untuk mengawal janji dan komunikasi yang telah terbangun dengan Pemkot Tasikmalaya. Harapannya, pemerintah daerah segera menunjukkan sikap yang tegas, humanis, dan berpihak pada pasar rakyat.

Untuk saat ini, ia dan ribuan pedagang masih menunggu. Menunggu Pemkot Tasikmalaya membuktikan bahwa negara benar-benar hadir bagi pasar rakyat, bukan hanya hadir dalam wacana. (red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button