Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kabar » KH Miftah Fauzi: “Kita Bukan Takut Kehabisan Rejeki oleh Sen Sen!”

KH Miftah Fauzi: “Kita Bukan Takut Kehabisan Rejeki oleh Sen Sen!”

  • account_circle Redaktur Redaktur
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pluang.IdKABAR – Pernyataan tegas disampaikan KH Miftah Fauzi saat ratusan pedagang Pasar Cikurubuk menggelar aksi di depan Toko Sen Sen, Kota Tasikmalaya, Senin (9/3/2026). Ulama yang selama ini mendampingi pedagang pasar tersebut menegaskan bahwa perjuangan para pedagang bukan semata soal persaingan usaha, melainkan soal penegakan aturan dan keadilan ekonomi bagi pedagang kecil.

Di hadapan sekitar 300 pedagang dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pasar Cikurubuk, KH Miftah Fauzi menyampaikan orasi yang menjadi salah satu momen paling kuat dalam aksi tersebut.

“Demi Allah, kita tidak takut kehilangan rezeki, karena ada Allah. Kita tidak takut kehabisan rezeki oleh Sen Sen. Yang kita suarakan di sini adalah penegakan aturan agar tercipta iklim usaha yang berkeadilan dan tidak merugikan pedagang kecil,” ujar KH Miftah Fauzi disambut sorak dukungan para pedagang.

Pernyataan KH Miftah Fauzi itu sekaligus menegaskan bahwa aksi yang digelar pedagang Pasar Cikurubuk bukan bertujuan memusuhi pelaku usaha tertentu, melainkan meminta pemerintah menegakkan aturan yang berlaku secara adil.

Aksi tersebut digelar oleh Forum Masyarakat Peduli Pasar Cikurubuk sebagai bentuk protes terhadap dugaan pelanggaran usaha oleh Toko Sen Sen Tasikmalaya.

Menurut para pedagang, toko tersebut memiliki izin usaha sebagai perdagangan besar atau grosir, namun dalam praktiknya juga melayani penjualan eceran, sehingga dianggap merugikan pedagang kecil di pasar tradisional.

Aksi dimulai sekitar pukul 10.15 WIB setelah massa mulai berdatangan ke lokasi sejak pagi hari. Demonstrasi dipimpin oleh Cep Hilmi, mantan Ketua HMI Tasikmalaya yang bertindak sebagai koordinator lapangan.

Selain KH Miftah Fauzi, sejumlah tokoh masyarakat juga hadir memberikan orasi, di antaranya H. Nanang Nurjamil dan H. Sigit Wahyu Nandika.

Dalam suasana aksi yang berlangsung cukup ramai, KH Miftah Fauzi juga sempat mengajak para pedagang bershalawat bersama untuk menjaga suasana tetap damai dan kondusif.

Bagi KH Miftah Fauzi, perjuangan pedagang Pasar Cikurubuk merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil yang selama ini bergantung pada aktivitas pasar tradisional.

Ia menilai bahwa pasar tradisional memiliki peran penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat Tasikmalaya, sehingga aturan usaha harus ditegakkan agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat.

Aksi yang dihadiri ratusan pedagang tersebut akhirnya direspons oleh pemerintah daerah.

Sekitar pukul 11.15 WIB, sejumlah pejabat Pemerintah Kota Tasikmalaya datang menemui massa aksi, dipimpin oleh Asisten Daerah Kota Tasikmalaya Hanafi, didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Tasikmalaya Hendra Budiman serta Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Sofyan Zaenal Muttaqien.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah mengakui adanya temuan pelanggaran terkait izin usaha dan bangunan Toko Sen Sen.

Pemerintah kemudian memastikan bahwa Toko Sen Sen dikenai sanksi administratif berupa penutupan sementara usaha sampai seluruh ketentuan perizinan dan bangunan dipenuhi sesuai aturan.

Keputusan tersebut akhirnya meredakan aksi para pedagang.

Bagi KH Miftah Fauzi, langkah tersebut merupakan awal dari proses penegakan aturan yang diharapkan dapat menciptakan persaingan usaha yang lebih adil bagi pedagang kecil di Pasar Cikurubuk dan Kota Tasikmalaya secara umum.

Ia berharap pemerintah dapat konsisten menegakkan aturan agar pedagang kecil tetap memiliki ruang untuk bertahan di tengah dinamika perdagangan modern. (UC)

  • Penulis: Redaktur Redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Sampah : Solusi atasi Banjir di Perkotaan

    Bank Sampah : Solusi atasi Banjir di Perkotaan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Bank Sampah di Indonesia: Bukan Sekadar Tempat Sampah Ditukar Uang Dalam percakapan publik maupun kebijakan lingkungan, istilah bank sampah di Indonesia kini semakin sering disandingkan dengan gagasan pembangunan kota berkelanjutan. Bank sampah bukanlah sekadar tempat warga menukar sampah dengan insentif ekonomi. Di balik itu, ia merepresentasikan sebuah paradigma baru: mengubah “sampah” yang selama ini menjadi […]

  • Dari Dapur ke Marketplace, Sambal Kemasan Jadi Bisnis Menjanjikan

    Dari Dapur ke Marketplace, Sambal Kemasan Jadi Bisnis Menjanjikan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Pluang.Id, Kiat – Ramadhan bukan hanya musim ibadah, tapi juga musim panen cuan. Saat jutaan orang berburu hidangan berbuka, sambal kemasan naik tahta sebagai primadona. Pedasnya dicari, rasanya dirindukan, dan keuntungannya bisa bikin dompet ikut “berbuka”. Sementara itu, Gaya hidup serba cepat mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat. Di tengah keterbatasan waktu memasak, sambal kemasan hadir […]

  • Anyaman Bambu Tembus Pasar Nasional dan Global

    Anyaman Bambu Tembus Pasar Nasional dan Global

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Pluang.id – Peluang anyaman bambu kembali menemukan momentumnya. Di tengah tren produk ramah lingkungan dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, usaha perajin bambu di Desa Tegal Maja, Kabupaten Serang, Banten, tumbuh menjadi contoh konkret bagaimana tradisi bisa bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi modern. Tema Bambu Collection, kelompok perajin yang dikelola Rini Purwati, lahir dari inisiatif Kepala […]

  • Persib Vs Persija Dongkrak Ekonomi Bandung.

    Persib Vs Persija Dongkrak Ekonomi Bandung.

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Pluang.id, BERITA BANDUNG – Laga Persib Vs Persija selalu menghadirkan efek domino bagi Kota Bandung. Pertandingan yang kerap disebut El Clasico Indonesia ini bukan hanya menyedot perhatian publik sepak bola nasional, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi di berbagai sektor, mulai dari transportasi, perhotelan, UMKM, hingga pariwisata lokal. Sejak hari-hari menjelang pertandingan, aktivitas ekonomi di sekitar […]

  • 7 Pusat Grosir Pakaian Termurah di Indonesia, Favorit Reseller dan UMKM Fashion

    7 Pusat Grosir Pakaian Termurah di Indonesia, Favorit Reseller dan UMKM Fashion

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Pluang.Id, KIAT – Industri fashion menjadi salah satu sektor bisnis dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia. Tingginya kebutuhan sandang masyarakat, ditambah tren gaya hidup dan mode yang terus berkembang, membuat bisnis pakaian tetap menjanjikan dari waktu ke waktu. Namun, tantangan utama yang kerap dihadapi pelaku usaha, khususnya reseller dan UMKM, adalah harga barang yang relatif […]

  • UMKM Masuk Jaringan Ritel, Transaksi Memiliki Potensi Nilai Ekonomi Yang Signifikan per Tahun

    UMKM Masuk Jaringan Ritel, Transaksi Memiliki Potensi Nilai Ekonomi Yang Signifikan per Tahun

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Pluang.Id, BERITA NASIONAL – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa keterlibatan pengusaha UMKM dalam jaringan toko ritel modern dan tradisional terorganisasi mampu menciptakan nilai ekonomi yang signifikan. Potensi transaksi dari skema kemitraan ini diperkirakan mencapai Rp5,65 triliun per tahun, sekaligus membuka ruang luas bagi peningkatan skala usaha dan daya saing pelaku UMKM. […]

expand_less