Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kabar » KH Miftah Fauzi: “Kita Bukan Takut Kehabisan Rejeki oleh Sen Sen!”

KH Miftah Fauzi: “Kita Bukan Takut Kehabisan Rejeki oleh Sen Sen!”

  • account_circle Redaktur Redaktur
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 54
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pluang.IdKABAR – Pernyataan tegas disampaikan KH Miftah Fauzi saat ratusan pedagang Pasar Cikurubuk menggelar aksi di depan Toko Sen Sen, Kota Tasikmalaya, Senin (9/3/2026). Ulama yang selama ini mendampingi pedagang pasar tersebut menegaskan bahwa perjuangan para pedagang bukan semata soal persaingan usaha, melainkan soal penegakan aturan dan keadilan ekonomi bagi pedagang kecil.

Di hadapan sekitar 300 pedagang dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pasar Cikurubuk, KH Miftah Fauzi menyampaikan orasi yang menjadi salah satu momen paling kuat dalam aksi tersebut.

“Demi Allah, kita tidak takut kehilangan rezeki, karena ada Allah. Kita tidak takut kehabisan rezeki oleh Sen Sen. Yang kita suarakan di sini adalah penegakan aturan agar tercipta iklim usaha yang berkeadilan dan tidak merugikan pedagang kecil,” ujar KH Miftah Fauzi disambut sorak dukungan para pedagang.

Pernyataan KH Miftah Fauzi itu sekaligus menegaskan bahwa aksi yang digelar pedagang Pasar Cikurubuk bukan bertujuan memusuhi pelaku usaha tertentu, melainkan meminta pemerintah menegakkan aturan yang berlaku secara adil.

Aksi tersebut digelar oleh Forum Masyarakat Peduli Pasar Cikurubuk sebagai bentuk protes terhadap dugaan pelanggaran usaha oleh Toko Sen Sen Tasikmalaya.

Menurut para pedagang, toko tersebut memiliki izin usaha sebagai perdagangan besar atau grosir, namun dalam praktiknya juga melayani penjualan eceran, sehingga dianggap merugikan pedagang kecil di pasar tradisional.

Aksi dimulai sekitar pukul 10.15 WIB setelah massa mulai berdatangan ke lokasi sejak pagi hari. Demonstrasi dipimpin oleh Cep Hilmi, mantan Ketua HMI Tasikmalaya yang bertindak sebagai koordinator lapangan.

Selain KH Miftah Fauzi, sejumlah tokoh masyarakat juga hadir memberikan orasi, di antaranya H. Nanang Nurjamil dan H. Sigit Wahyu Nandika.

Dalam suasana aksi yang berlangsung cukup ramai, KH Miftah Fauzi juga sempat mengajak para pedagang bershalawat bersama untuk menjaga suasana tetap damai dan kondusif.

Bagi KH Miftah Fauzi, perjuangan pedagang Pasar Cikurubuk merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil yang selama ini bergantung pada aktivitas pasar tradisional.

Ia menilai bahwa pasar tradisional memiliki peran penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat Tasikmalaya, sehingga aturan usaha harus ditegakkan agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat.

Aksi yang dihadiri ratusan pedagang tersebut akhirnya direspons oleh pemerintah daerah.

Sekitar pukul 11.15 WIB, sejumlah pejabat Pemerintah Kota Tasikmalaya datang menemui massa aksi, dipimpin oleh Asisten Daerah Kota Tasikmalaya Hanafi, didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Tasikmalaya Hendra Budiman serta Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Sofyan Zaenal Muttaqien.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah mengakui adanya temuan pelanggaran terkait izin usaha dan bangunan Toko Sen Sen.

Pemerintah kemudian memastikan bahwa Toko Sen Sen dikenai sanksi administratif berupa penutupan sementara usaha sampai seluruh ketentuan perizinan dan bangunan dipenuhi sesuai aturan.

Keputusan tersebut akhirnya meredakan aksi para pedagang.

Bagi KH Miftah Fauzi, langkah tersebut merupakan awal dari proses penegakan aturan yang diharapkan dapat menciptakan persaingan usaha yang lebih adil bagi pedagang kecil di Pasar Cikurubuk dan Kota Tasikmalaya secara umum.

Ia berharap pemerintah dapat konsisten menegakkan aturan agar pedagang kecil tetap memiliki ruang untuk bertahan di tengah dinamika perdagangan modern. (UC)

  • Penulis: Redaktur Redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMKM Jangan Takut B2B, Ini Model Kerja Sama yang Bisa Dicoba

    UMKM Jangan Takut B2B, Ini Model Kerja Sama yang Bisa Dicoba

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Pluang.Id, KIAT – Selama ini, banyak pelaku UMKM menganggap model bisnis B2B (Business to Business) sebagai sesuatu yang “terlalu besar” atau hanya cocok untuk perusahaan skala korporasi. Padahal, justru di sektor inilah peluang usaha yang lebih stabil dan berjangka panjang tersedia. Berbeda dengan B2C (Business to Consumer) yang mengandalkan penjualan langsung ke konsumen, B2B fokus […]

  • Peluang Usaha Minuman Sehat dari Rempah, Pasar Online Kian Menjanjikan

    Peluang Usaha Minuman Sehat dari Rempah, Pasar Online Kian Menjanjikan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Pluang.id, Kiat – Perubahan cuaca ekstrem, udara lembap, dan meningkatnya risiko penurunan daya tahan tubuh saat musim hujan tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha minuman sehat dari rempah yang kian menjanjikan. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, minuman hangat berbahan rempah kini tak lagi sekadar tradisi, melainkan […]

  • Mengintip Peluang Stabil Bisnis Mukena di Bulan Ramadhan

    Mengintip Peluang Stabil Bisnis Mukena di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Pluang.id, KIAT – Setiap menjelang Ramadhan, pola belanja masyarakat selalu berubah. Kebutuhan ibadah meningkat, suasana batin menjadi lebih selektif, dan keputusan membeli tidak lagi sekadar soal harga atau tren. Dalam konteks ini, bisnis mukena di bulan Ramadhan menjadi salah satu peluang yang terlihat sederhana, tetapi menyimpan kedalaman pasar yang sering luput dibaca pelaku usaha. Mukena […]

  • UMKM Masuk Jaringan Ritel, Transaksi Memiliki Potensi Nilai Ekonomi Yang Signifikan per Tahun

    UMKM Masuk Jaringan Ritel, Transaksi Memiliki Potensi Nilai Ekonomi Yang Signifikan per Tahun

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Pluang.Id, BERITA NASIONAL – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa keterlibatan pengusaha UMKM dalam jaringan toko ritel modern dan tradisional terorganisasi mampu menciptakan nilai ekonomi yang signifikan. Potensi transaksi dari skema kemitraan ini diperkirakan mencapai Rp5,65 triliun per tahun, sekaligus membuka ruang luas bagi peningkatan skala usaha dan daya saing pelaku UMKM. […]

  • KH Miftah Fauzi Ingatkan Pemkot Tasikmalaya: Pasar Cikurubuk Menunggu

    KH Miftah Fauzi Ingatkan Pemkot Tasikmalaya: Pasar Cikurubuk Menunggu

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Pluang.Id, BERITA TASIKMALAYA – KH Miftah Fauzi mengingatkan Pemerintah Kota Tasikmalaya agar tidak ragu menunjukkan keberanian sikap dalam menyelesaikan persoalan Pasar Cikurubuk. Menurutnya, ribuan pedagang pasar rakyat saat ini masih menunggu kehadiran negara dalam bentuk kebijakan yang nyata, bukan sekadar respons atau komunikasi yang bersifat normatif. Ia menyampaikan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan wali […]

  • Dari Dapur ke Marketplace, Sambal Kemasan Jadi Bisnis Menjanjikan

    Dari Dapur ke Marketplace, Sambal Kemasan Jadi Bisnis Menjanjikan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Pluang.Id, Kiat – Ramadhan bukan hanya musim ibadah, tapi juga musim panen cuan. Saat jutaan orang berburu hidangan berbuka, sambal kemasan naik tahta sebagai primadona. Pedasnya dicari, rasanya dirindukan, dan keuntungannya bisa bikin dompet ikut “berbuka”. Sementara itu, Gaya hidup serba cepat mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat. Di tengah keterbatasan waktu memasak, sambal kemasan hadir […]

expand_less