Persib Vs Persija Dongkrak Ekonomi Bandung.

Pluang.id, BERITA BANDUNG – Laga Persib Vs Persija selalu menghadirkan efek domino bagi Kota Bandung. Pertandingan yang kerap disebut El Clasico Indonesia ini bukan hanya menyedot perhatian publik sepak bola nasional, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi di berbagai sektor, mulai dari transportasi, perhotelan, UMKM, hingga pariwisata lokal.
Sejak hari-hari menjelang pertandingan, aktivitas ekonomi di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) terlihat meningkat. Media massa dan platform digital dipenuhi analisis, komentar, serta perbincangan publik yang turut mendorong eksposur Kota Bandung sebagai tuan rumah laga besar.
Antusiasme Bobotoh tercermin dari penjualan tiket yang mencatatkan hasil luar biasa. Panitia menyediakan kuota resmi sebanyak 26 ribu lembar, dan seluruhnya dinyatakan ludes terjual. Minat tinggi sudah terlihat sejak hari pertama penjualan, menjadi indikator kuat besarnya daya tarik laga Persib kontra Persija.
Tiket Ludes, Potensi Pendapatan Tembus Miliaran Rupiah
Panitia membagi harga tiket ke dalam beberapa kategori dengan rentang yang cukup lebar. Tiket reguler dijual mulai dari Rp180 ribu, sementara kategori VIP hingga Corporate Box dibanderol hingga puluhan juta rupiah per unit.
Dengan komposisi tersebut, pendapatan kotor dari penjualan tiket diperkirakan menembus angka miliaran rupiah hanya dari satu pertandingan. Jika menggunakan asumsi harga tiket rata-rata di kisaran Rp400 ribu hingga Rp500 ribu, total pemasukan berpotensi melampaui Rp10 miliar.
Angka itu belum termasuk kontribusi dari tiket premium yang jumlahnya terbatas namun bernilai tinggi. Meski porsi penjualannya kecil, kategori ini memberikan tambahan signifikan terhadap total pendapatan pertandingan.
Namun, pendapatan tiket tidak sepenuhnya menjadi keuntungan bersih klub. Persib tetap menanggung berbagai biaya operasional, mulai dari pengamanan, steward, sewa stadion, hingga kebutuhan teknis penyelenggaraan laga.
Laga Berisiko Tinggi, Biaya Pengamanan Membengkak
Pertandingan Persib Vs Persija masuk kategori laga berisiko tinggi. Panitia harus menyiapkan pengamanan ekstra dengan melibatkan aparat kepolisian dan petugas keamanan internal. Koordinasi lintas instansi serta pengelolaan massa suporter menjadi pos pengeluaran yang cukup besar.
Meski demikian, laga besar seperti ini tetap dinilai menguntungkan secara bisnis. Selain pemasukan dari tiket, Persib memperoleh eksposur luas yang berdampak langsung pada nilai sponsor, hak siar, serta peningkatan penjualan merchandise resmi klub.
PKL di Sekitar GBLA Ikut Panen Rezeki
Dampak ekonomi laga Persib Vs Persija juga dirasakan langsung oleh pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Stadion GBLA. Sejumlah pedagang mengaku omzet penjualan meningkat tajam sejak beberapa jam sebelum pertandingan dimulai.
Pedagang makanan, minuman, atribut Persib, hingga jasa parkir dadakan merasakan lonjakan pembeli. Beberapa PKL menyebut pendapatan mereka bisa naik dua hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa saat Persib tidak bertanding.
“Kalo ada Persib lawan Persija, dagangan pasti lebih cepat habis. Dari siang sudah ramai,” ujar salah satu pedagang atribut di sekitar stadion. (KH)




