Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kabar » Defisit Anggaran Jawa Barat Disorot.

Defisit Anggaran Jawa Barat Disorot.

  • account_circle Redaktur Redaktur
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pluang.Id, BERITA JAWA BARAT – Kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menjadi sorotan publik. Fakta bahwa Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) per 31 Desember 2025 hanya tersisa Rp500 ribu dinilai mencerminkan persoalan serius dalam pengelolaan kas daerah. Situasi ini dianggap sebagai alarm keras atas risiko defisit anggaran Jawa Barat yang kian nyata di awal 2026.

Ketua Umum Rakyat Indonesia Unggul (RIU), Tody Ardiansyah Prabu, S.H, menilai kondisi tersebut menunjukkan lemahnya perencanaan dan manajemen keuangan Pemprov Jabar. Menurutnya, sisa kas yang nyaris nol tidak bisa ditutupi dengan narasi bahwa seluruh kondisi anggaran sudah terkendali.

“Ini cermin telanjang atas lemahnya pengelolaan manajemen keuangan Pemprov Jawa Barat. Di balik klaim semua terkendali, faktanya RKUD hanya Rp500 ribu,” ujar Tody, Jumat (9/1/2026).

Tunda Bayar Bebani Kontraktor dan Citra Pemprov

Tody menambahkan, penundaan pembayaran proyek senilai Rp621 miliar tetap menjadi beban berat bagi kontraktor yang terlibat dalam pembangunan daerah. Ia menilai pembangunan yang terus digenjot tanpa manajemen kas yang terukur berpotensi memicu wanprestasi dan merusak nama baik pemerintah daerah.

“Pembangunan tanpa pengelolaan kas yang solid berisiko gagal bayar. Ini bukan hanya soal teknis keuangan, tapi juga kepercayaan publik,” kata dia.

Menurut Tody, kasus ini harus menjadi pelajaran penting, tidak hanya bagi Jawa Barat, tetapi juga bagi provinsi lain agar tidak mengulang kesalahan serupa dalam tata kelola keuangan daerah.

Evaluasi Kepemimpinan dan Kebijakan Anggaran

Dalam pandangannya, defisit anggaran Jawa Barat juga menuntut evaluasi gaya kepemimpinan gubernur. Tody menilai Gubernur Jawa Barat perlu menghadirkan terobosan baru dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan berpikir di luar kebiasaan.

“Kepemimpinan jangan sekadar rutinitas. Gubernur harus mampu memprediksi tantangan fiskal hingga akhir masa jabatan 2029,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kebijakan publik tidak boleh hanya terlihat dermawan atau populis, tetapi harus berbasis kebutuhan riil masyarakat dan kemampuan fiskal daerah. Orientasi kerja, menurutnya, harus lebih teknokratis dengan strategi yang kuat dalam memperbesar potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tody juga menyinggung pola komunikasi pemerintah daerah yang dinilai terlalu terpusat pada satu kanal informasi. Ia mendorong keterlibatan media lokal sebagai mitra diskusi pembangunan agar transparansi berjalan seimbang dan citra kepemimpinan terbentuk secara sehat.

APBD Menyusut, PAD Jadi Kunci

Penurunan APBD Jawa Barat turut memperkuat kekhawatiran tersebut. Anggaran yang semula direncanakan sebesar Rp31,1 triliun direvisi menjadi sekitar Rp28,4 triliun, atau berkurang hampir Rp2,7 triliun. Penurunan ini terjadi akibat berkurangnya Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, serta nihilnya Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk sektor strategis.

Tody menegaskan, gubernur harus berjuang meningkatkan belanja pemerintah agar ekonomi tetap tumbuh, sekaligus mengawal realisasi PAD tanpa membebani masyarakat melalui kenaikan pajak.

Ia mendorong optimalisasi investasi, kepastian hukum perizinan, pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal, pariwisata budaya, kawasan industri, hingga sektor pangan dan ekonomi kreatif sebagai strategi jangka panjang memperbaiki APBD.

“Pemimpin yang inovatif, punya jaringan luas, dan mampu menggerakkan seluruh potensi daerah akan menentukan arah ekonomi Jawa Barat ke depan,” pungkasnya. (red)

  • Penulis: Redaktur Redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peluang Usaha Minuman Sehat dari Rempah, Pasar Online Kian Menjanjikan

    Peluang Usaha Minuman Sehat dari Rempah, Pasar Online Kian Menjanjikan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Pluang.id, Kiat – Perubahan cuaca ekstrem, udara lembap, dan meningkatnya risiko penurunan daya tahan tubuh saat musim hujan tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha minuman sehat dari rempah yang kian menjanjikan. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, minuman hangat berbahan rempah kini tak lagi sekadar tradisi, melainkan […]

  • Stok Beras Indonesia Hari Ini Tertinggi Sepanjang Sejarah

    Stok Beras Indonesia Hari Ini Tertinggi Sepanjang Sejarah

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Pluang.id, BERITA NASIONAL – Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan capaian swasembada beras Indonesia bertepatan dengan panen raya tahap pertama yang digelar di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Pengumuman ini menjadi penanda penting arah kebijakan pangan nasional sekaligus klaim keberhasilan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dalam waktu singkat. Prabowo tiba di lokasi panen raya sekitar pukul […]

  • Mengintip Peluang Stabil Bisnis Mukena di Bulan Ramadhan

    Mengintip Peluang Stabil Bisnis Mukena di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Pluang.id, KIAT – Setiap menjelang Ramadhan, pola belanja masyarakat selalu berubah. Kebutuhan ibadah meningkat, suasana batin menjadi lebih selektif, dan keputusan membeli tidak lagi sekadar soal harga atau tren. Dalam konteks ini, bisnis mukena di bulan Ramadhan menjadi salah satu peluang yang terlihat sederhana, tetapi menyimpan kedalaman pasar yang sering luput dibaca pelaku usaha. Mukena […]

  • Dari Dapur ke Marketplace, Sambal Kemasan Jadi Bisnis Menjanjikan

    Dari Dapur ke Marketplace, Sambal Kemasan Jadi Bisnis Menjanjikan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Pluang.Id, Kiat – Ramadhan bukan hanya musim ibadah, tapi juga musim panen cuan. Saat jutaan orang berburu hidangan berbuka, sambal kemasan naik tahta sebagai primadona. Pedasnya dicari, rasanya dirindukan, dan keuntungannya bisa bikin dompet ikut “berbuka”. Sementara itu, Gaya hidup serba cepat mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat. Di tengah keterbatasan waktu memasak, sambal kemasan hadir […]

  • Data UMKM Indonesia Terbaru 2024–2025: Jumlah, Struktur, dan Sebaran Sektor Usaha Nasional

    Data UMKM Indonesia Terbaru 2024–2025: Jumlah, Struktur, dan Sebaran Sektor Usaha Nasional

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Pluang.Id, KABAR – Data UMKM Indonesia menjadi fondasi penting dalam membaca arah perekonomian nasional. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama ini dikenal sebagai tulang punggung ekonomi karena kontribusinya yang dominan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta kemampuannya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia tercatat lebih dari 60 persen atau […]

  • UMKM Masuk Jaringan Ritel, Transaksi Memiliki Potensi Nilai Ekonomi Yang Signifikan per Tahun

    UMKM Masuk Jaringan Ritel, Transaksi Memiliki Potensi Nilai Ekonomi Yang Signifikan per Tahun

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Pluang.Id, BERITA NASIONAL – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa keterlibatan pengusaha UMKM dalam jaringan toko ritel modern dan tradisional terorganisasi mampu menciptakan nilai ekonomi yang signifikan. Potensi transaksi dari skema kemitraan ini diperkirakan mencapai Rp5,65 triliun per tahun, sekaligus membuka ruang luas bagi peningkatan skala usaha dan daya saing pelaku UMKM. […]

expand_less