Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kabar » Persib Vs Persija Dongkrak Ekonomi Bandung.

Persib Vs Persija Dongkrak Ekonomi Bandung.

  • account_circle Redaktur Redaktur
  • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pluang.id, BERITA BANDUNG – Laga Persib Vs Persija selalu menghadirkan efek domino bagi Kota Bandung. Pertandingan yang kerap disebut El Clasico Indonesia ini bukan hanya menyedot perhatian publik sepak bola nasional, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi di berbagai sektor, mulai dari transportasi, perhotelan, UMKM, hingga pariwisata lokal.

Sejak hari-hari menjelang pertandingan, aktivitas ekonomi di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) terlihat meningkat. Media massa dan platform digital dipenuhi analisis, komentar, serta perbincangan publik yang turut mendorong eksposur Kota Bandung sebagai tuan rumah laga besar.

Antusiasme Bobotoh tercermin dari penjualan tiket yang mencatatkan hasil luar biasa. Panitia menyediakan kuota resmi sebanyak 26 ribu lembar, dan seluruhnya dinyatakan ludes terjual. Minat tinggi sudah terlihat sejak hari pertama penjualan, menjadi indikator kuat besarnya daya tarik laga Persib kontra Persija.

Tiket Ludes, Potensi Pendapatan Tembus Miliaran Rupiah

Panitia membagi harga tiket ke dalam beberapa kategori dengan rentang yang cukup lebar. Tiket reguler dijual mulai dari Rp180 ribu, sementara kategori VIP hingga Corporate Box dibanderol hingga puluhan juta rupiah per unit.

Dengan komposisi tersebut, pendapatan kotor dari penjualan tiket diperkirakan menembus angka miliaran rupiah hanya dari satu pertandingan. Jika menggunakan asumsi harga tiket rata-rata di kisaran Rp400 ribu hingga Rp500 ribu, total pemasukan berpotensi melampaui Rp10 miliar.

Angka itu belum termasuk kontribusi dari tiket premium yang jumlahnya terbatas namun bernilai tinggi. Meski porsi penjualannya kecil, kategori ini memberikan tambahan signifikan terhadap total pendapatan pertandingan.

Namun, pendapatan tiket tidak sepenuhnya menjadi keuntungan bersih klub. Persib tetap menanggung berbagai biaya operasional, mulai dari pengamanan, steward, sewa stadion, hingga kebutuhan teknis penyelenggaraan laga.

Laga Berisiko Tinggi, Biaya Pengamanan Membengkak

Pertandingan Persib Vs Persija masuk kategori laga berisiko tinggi. Panitia harus menyiapkan pengamanan ekstra dengan melibatkan aparat kepolisian dan petugas keamanan internal. Koordinasi lintas instansi serta pengelolaan massa suporter menjadi pos pengeluaran yang cukup besar.

Meski demikian, laga besar seperti ini tetap dinilai menguntungkan secara bisnis. Selain pemasukan dari tiket, Persib memperoleh eksposur luas yang berdampak langsung pada nilai sponsor, hak siar, serta peningkatan penjualan merchandise resmi klub.

PKL di Sekitar GBLA Ikut Panen Rezeki

Dampak ekonomi laga Persib Vs Persija juga dirasakan langsung oleh pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Stadion GBLA. Sejumlah pedagang mengaku omzet penjualan meningkat tajam sejak beberapa jam sebelum pertandingan dimulai.

Pedagang makanan, minuman, atribut Persib, hingga jasa parkir dadakan merasakan lonjakan pembeli. Beberapa PKL menyebut pendapatan mereka bisa naik dua hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa saat Persib tidak bertanding.

“Kalo ada Persib lawan Persija, dagangan pasti lebih cepat habis. Dari siang sudah ramai,” ujar salah satu pedagang atribut di sekitar stadion. (KH)

  • Penulis: Redaktur Redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stok Beras Indonesia Hari Ini Tertinggi Sepanjang Sejarah

    Stok Beras Indonesia Hari Ini Tertinggi Sepanjang Sejarah

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Pluang.id, BERITA NASIONAL – Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan capaian swasembada beras Indonesia bertepatan dengan panen raya tahap pertama yang digelar di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Pengumuman ini menjadi penanda penting arah kebijakan pangan nasional sekaligus klaim keberhasilan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dalam waktu singkat. Prabowo tiba di lokasi panen raya sekitar pukul […]

  • 7 Pusat Grosir Pakaian Termurah di Indonesia, Favorit Reseller dan UMKM Fashion

    7 Pusat Grosir Pakaian Termurah di Indonesia, Favorit Reseller dan UMKM Fashion

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Pluang.Id, KIAT – Industri fashion menjadi salah satu sektor bisnis dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia. Tingginya kebutuhan sandang masyarakat, ditambah tren gaya hidup dan mode yang terus berkembang, membuat bisnis pakaian tetap menjanjikan dari waktu ke waktu. Namun, tantangan utama yang kerap dihadapi pelaku usaha, khususnya reseller dan UMKM, adalah harga barang yang relatif […]

  • Bank Sampah : Solusi atasi Banjir di Perkotaan

    Bank Sampah : Solusi atasi Banjir di Perkotaan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Bank Sampah di Indonesia: Bukan Sekadar Tempat Sampah Ditukar Uang Dalam percakapan publik maupun kebijakan lingkungan, istilah bank sampah di Indonesia kini semakin sering disandingkan dengan gagasan pembangunan kota berkelanjutan. Bank sampah bukanlah sekadar tempat warga menukar sampah dengan insentif ekonomi. Di balik itu, ia merepresentasikan sebuah paradigma baru: mengubah “sampah” yang selama ini menjadi […]

  • UMKM Masuk Jaringan Ritel, Transaksi Memiliki Potensi Nilai Ekonomi Yang Signifikan per Tahun

    UMKM Masuk Jaringan Ritel, Transaksi Memiliki Potensi Nilai Ekonomi Yang Signifikan per Tahun

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Pluang.Id, BERITA NASIONAL – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa keterlibatan pengusaha UMKM dalam jaringan toko ritel modern dan tradisional terorganisasi mampu menciptakan nilai ekonomi yang signifikan. Potensi transaksi dari skema kemitraan ini diperkirakan mencapai Rp5,65 triliun per tahun, sekaligus membuka ruang luas bagi peningkatan skala usaha dan daya saing pelaku UMKM. […]

  • UMKM Jangan Takut B2B, Ini Model Kerja Sama yang Bisa Dicoba

    UMKM Jangan Takut B2B, Ini Model Kerja Sama yang Bisa Dicoba

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Pluang.Id, KIAT – Selama ini, banyak pelaku UMKM menganggap model bisnis B2B (Business to Business) sebagai sesuatu yang “terlalu besar” atau hanya cocok untuk perusahaan skala korporasi. Padahal, justru di sektor inilah peluang usaha yang lebih stabil dan berjangka panjang tersedia. Berbeda dengan B2C (Business to Consumer) yang mengandalkan penjualan langsung ke konsumen, B2B fokus […]

  • Kiat Berbagi Margin agar Usaha UMKM Berkembang

    Kiat Berbagi Margin agar Usaha UMKM Berkembang

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Pluang.Id, KIAT – Mayoritas produsen UMKM memilih menjual produknya secara mandiri. Mereka membuka toko di marketplace, mengurus media sosial, memasang iklan, membalas chat pelanggan, hingga menangani pengiriman. Alasannya sederhana: ingin menjaga margin tetap penuh. Di tahap awal, strategi ini terasa masuk akal. Penjualan belum terlalu besar, promosi masih bisa dilakukan manual, dan biaya iklan belum […]

expand_less